Monday, February 8, 2010
Bukan aku yang sebenarnya
Malah aku dekatkan diri ku membaca ayat-ayat suci supaya diri ku tenang sentiasa hanya dgn mengamalkan apa yang telah diajar oleh ustaza pada diri ku..Seperti dalam blog-blog ku aku hanya lah menumpang kasih pada seorang yang amat aku cinta dan kasih malah segala yang menimpa aku kena dengan kesabaran..
Wednesday, February 3, 2010
Kugenggam gambarmu dalam pelukan mesra
Hanya suara hujan seakan menyanyi
Mendendangkan lagu syahdu
Ketika ku terpegun
Merenung jauh gambarmu sayangku
Terkilan rasa bila kata-katamu
Kau ucapkan padaku, membuat ku terpaku
Bersama-sama suratmu, setelah ku baca kini
Seolah ku berada dalam mimpi
Titisan demi titisan
Airmata ku jatuh berlinangan
Seketika itu sepi mencuit hati
Hanya suara hujan seakan menyanyi
Mendendangkan lagu syahdu
Ketika ku terpegun
Merenung jauh gambarmu sayangku
Terkilan rasa bila kata-katamu
Kau ucapkan padaku, membuat ku terpaku
Bersama-sama suratmu, setelah ku baca kini
Seolah ku berada dalam mimpi
Titisan demi titisan
Airmata ku jatuh berlinangan
Kugenggam gambarmu dalam pelukan mesra
Tak mungkin dapat ku melupakanmu...
Sayang...
Di dalam dunia ini
Tak mungkin dapat ku cari pengganti dirimu
Oh... mengapa perpisahan yang kau pinta
Janganlah kau lupa suatu ketika dulu
Kita pernah bersama berjanji dan bercinta
Kini nyata kau mungkiri setelah janjimu itu
Di manakah letak kejujuranmu
Dariku... dariku...
Tak mungkin dapat ku melupakanmu...
Sayang...
Di dalam dunia ini
Tak mungkin dapat ku cari pengganti dirimu
Oh... mengapa perpisahan yang kau pinta
Janganlah kau lupa suatu ketika dulu
Kita pernah bersama berjanji dan bercinta
Kini nyata kau mungkiri setelah janjimu itu
Di manakah letak kejujuranmu
Dariku... dariku...
Sunday, January 31, 2010
My life
Entah mengapa hatiku sentiasa merasakan adanya satu perasan yang teramat sayu dalam perhubungan kita ini....apakah mungkin perasaanku yang tidak tenang bila kita berjauhan atau apa mungkin aku risau akan dirimu yang bergitu jauh dengan kehidupanku?Entah apa yang harus aku lakukan dan fikirkan.......Sayang..adakalanya aku risau akan kehilangan dirimu yang amat ku cintai dan ku kasihi...Dan adakalanya aku merasa benci terhadap dirimu...tapi itu tidak bermakna apa yang sebenarnya tersurat dalam kamus hidupku ..kau umpama penyeri hidup dan dikaulah segalanya bagi diriku tapi adakalanya diri ini bagaikan hilang arah tanpa dirimu disisi...tapi kepastian hidupku terhalang hanya kerana tiada kesefahaman diantara kita berdua malah tidak salah andaikata ku ingin mencari seorang teman yang boleh membimbingku kejalan yang satu....Dan bukan mudah untuk menjadi semudah yang disangka dan bukan senang untuk kita terus hidup senang maka aku tidak akan putus asa untuk meneruskan kehidupanku sendiri walaupun tanpa kehadiran mu wahai sayang dan biarlah kenangan kita tersimpan kekal disanubariku untuk selamanya.....dan kenangan ini tidak akan ku lupakan walaupun ku tidak memiliki mu .Dari jauh ku megharapkan akan kebahagianmu duhai sayangku..
Friday, January 22, 2010
Selamat Hari Lahir buat insan yang tersayang pada 29 Jan 2010 ke 55 tahun
Sunday, January 17, 2010
Tetaplah di sini, di jalan KEIMANAN
Allah tak pernah menjanjikan bahwa langit akan selamanya berwarna biru, bahwa bunga akan selamanya mekar kea rah tertentu. Bahwa matahari akan selalu bersinar tanpa hujan. Bahwa kesenangan akan datang tanpa kesedihan, bahwa kedamaian akan datang tanpa penderitaan.
Tapi Allah berjanji akan kekuatan yang datang tiap hari, istirahat bagi yang telah bekerja, cahaya bagi yang berjalan di jalan-Nya. Kebahagiaan yang akan datang setelah banyaknya cobaan. Bantuan dan pertolongan yang datang terus-menerus. Dia akan terus mengasihi tanpa henti. Cinta-Nya akan selalu kekal abadi
Ya Allah ...
Izinkan aku tertawa lagi,
Namun jangan biarkan aku lupa bahwa aku juga pernah menangis…
Wednesday, December 30, 2009
Kegelisahan..
Aku dalam kegelisahan. Dalam kegundahan. Dan mungkin dalam kesedihan. Aku tak tahu bagaimana untuk handle dan mempositifkan diri dalam menghadapi situasi ini. Tak seperti suatu masa dulu, aku mampu untuk bertenang dan menyabarkan diri dalam menghadapi situasi sebegini walau hakikatnya amat perit dirasakan. Namun makin lama kekuatan diri aku makin pudar, mungkin kerana ketulusan hati aku makin hilang dari hari ke hari. Apakah yang patut aku lakukan.. aku bingung.
Aku berusaha mempertahankan pemikiran yang positif bahawa orang lain tidak sepatutnya menjadi penyebab untuk aku berada dalam kesedihan dan kegundahan sebegini. Namun, sungguh payah untuk aku mengekalkan kepositifan tersebut. Aku berada dalam dilema. Aku berada dalam kegelisahan.
Sepatutnya sebagai orang yang berakal waras dan berfikiran logik,aku patut tahu bahawa tiada gunanya untuk aku berfikir mengenainya lagi. Sudah terang lagi bersuluh bahawa tiada kebaikan dalam dirinya yang boleh membuatkan aku begitu memikirkan dia. Lagi satu harus aku ingat ialah berpisah dengan dia merupakan suatu istirehat aku dalam hidup dari melakukan dosa. Aku tahu bagaimana sikapnya, bagaimana peribadinya, bagaimana minatnya. Tapi entah kenapa hati aku begitu terpanggil-panggil untuk terus memikirkan dia. Mungkin kerana kenangan lama yang masih tidak dapat padam dari ingatan aku. Aku berusaha untuk melupakan kenangan itu, dan sentiasa memikirkan betapa negatifnya kenangan itu. Tapi hakikatnya aku tidak dapat menipu diri aku sendiri bahawa di dalam pahit, masih jua ada tersimpan yang manis..
Yang pastinya semuanya itu datang dari syaitan....
Aku pernah berdoa pada Allah suatu ketika dulu bahawa aku tidak sanggup untuk terus jauh dariNya, aku tidak sanggup untuk terus membiarkan diri aku hanyut dalam kepalsuan dunia, dan juga aku tidak sanggup untuk terus bergelumang dengan pendustaan hati dan cinta yang sejati. Aku tidak sanggup untuk terus berada dalam alam itu.
Mungkin ini adalah jawapan Allah pada doa-doa aku sebelum ini...
Allah telah memakbulkan doa aku dengan memisahkan aku dari kehidupan itu.. Berpisah dengannya bererti istirehat...
Ya Allah.. ampunilah dosaku yang telah lalu, sekarang dan akan datang.. ampunilah dosa kedua ibu bapaku dan dosa seluruh umat islam yang masih hidup dan yang telah meninggal dunia.. lapangkanlah dadaku dalam menghadapi dugaanMu ini.. gantikanlah aku dengan seorang yang lebih baik darinya dan tariklah kembali cintaku ini seandainya ia diberikan pada orang yang tidak sepatutnya mendapat cinta yang sejati dari ku.. ampunilah aku atas segala keterlanjuran.. Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.. amiin..
Tuesday, December 29, 2009
Renungan Hidup
Seperti daun, suatu ketika akan tiba waktunya untuk gugur, jatuh ke tanah dan kembali bersatu dengan ALAM…
Ketika aku lahir, semua orang berbahagia. Telah hadir penyejuk hati ke dunia…
Lalu aku tumbuh menjadi bayi yang lucu. Semua orang bergembira melihatku. Ayah dan Ibu memberikan kasih sayang yang sangat besar.
Aku dirawat, dijaga, dilindungi, dan dibesarkan dalam timangan cinta…
Terimakasih ayah dan bunda…
Usiaku terus bertambah, menjadi kanak-kanak yang pandai. Masa kecil yang sangat indah, semuanya ada…
Juga sahabat-sahabat kecil teman berbagi ceria…
Tiada hari tanpa ceria…
Tak ada duka dan rasa sedih,
Semua berlalu dalam dunia penuh tawa…
Dan aku tak pernah tahu, bahkan tak pernah peduli,bahwa dibagian bumi yang lain ribuan bayi berjuang untuk mempertahankan hidupnya.
Sementara aku, hidup dalam kecukupan, rasa aman, damai dan ketenangan…
Bahkan jutaan anak-anak seusiaku harus merasakan panasnya timah panas orang-orang yang serakah…
Sementara aku, tertawa-tawa dan bercanda riang dengan teman sekolah
Hari-hari mereka adalah tangis…
Semantara aku, hari-hariku adalah tawa…
Bahkan para Ibu, harus mengalirkan air mata cintanya untuk melepas sang buah hati…
Sementara Ibuku, menjadi teman bermain sekaligus pemberi kasih sayang yang tak ada batasnya…
Mereka melalui hari-hari kejam dengan merangkak…
Sementara aku… lebih dari cukup, aku mampu berlari
Hingga akhirnya, aku kelak tumbuh menjadi dewasa…
Menjadi pemuda yang kuat!
Dengan kesempurnaan fisik yang diberikan Allah…
Berjuang menapaki jalan hidup yang terjal…
Dan aku tahu, semua itu tidak MUDAH
Hingga akhirnya, tercapai sudah cita-cita…
Namun…
Tak Ada Gading yang Tak Retak
Setiap yang hidup, pasti ada usianya,
Lalu akhirnya MATI
Ketika SAKARATUL MAUT sudah menjemput, dan NYAWA telah tersedak di ujung tenggorokan…
SUDAH SIAPKAH KITA?
Menghadapi saat yang paling menyakitkan…
Ketika IZRAIL Pencabut NYAWA dengan kasar menarik RUH dari JASAD
Lalu ia DISHALATKAN untuk TERAKHIR kalinya…
Dan berangkatlah sang JAZAD yang penuh DOSA kembali menghadap Allah…
Mempertanggungjawabkan semua yang dilakukan di Dunia
Jazad yang TERBUJUR KAKU… akan segera berhadapan dengan MUNKAR – NAKIR sang EKSEKUTOR
Dalam LIANG LAHAT yang dingin, sepi, dan SENDIRI…
Pergi UNTUK SELAMANYA…
Ditemani amal dan dosa, sebagai buah dari pekerjaan selama HIDUP…
Meninggalkan SANAK KELUARGA, HARTA, JABATAN, dan KEHORMATAN…
TERKUBUR untuk selamanya
Hanya air mata, yang mengiringi kepergiannya,
Selanjutanya, perjalanan panjang menuju NEGERI AKHIRAT…
Saat Allah meminta pertanggungjawaban setiap HAMBA…
LALU DITANYAKAN
Usiamu untuk apa ia kau gunakan?
Hartamu dari mana kau dapatkan dan kemana kau gunakan?
Ilmu mu kemana kau manfaatkan?
SUDAH SIAPKAH KITA MENJAWABNYA?